Gfr7GUOpGSziGfGpTUM7GSz0Gi==
Breaking
News

Pelaksanaan Proyek U-Ditch di Binong Dinilai Semrawut, Warga Minta Evaluasi

Ukuran huruf
Print 0

Pelaksanaan Proyek U-Ditch di Binong Dinilai Semrawut, Warga Minta Evaluasi
Faktana.com | Tangerang – Proyek pembangunan saluran air U-Ditch di wilayah RT 02 RW 14 Perumahan Binong Permai, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan warga. Tumpukan tanah bekas galian proyek yang dibiarkan berhari-hari di sepanjang badan jalan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan mempersempit akses kendaraan warga.

Pantauan di lokasi, material tanah bercampur lumpur tampak menumpuk di sisi jalan lingkungan hingga memakan sebagian badan jalan paving block. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan menjadi sempit, bahkan warga harus bergantian saat melintas.

Selain mengganggu lalu lintas lingkungan, kondisi proyek juga dikeluhkan karena dinilai kurang memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan kerja. Bau lumpur menyengat serta material berserakan membuat warga sekitar merasa tidak nyaman.

Ryan, salah satu warga Perumahan Binong Permai, mengaku telah menegur pekerja proyek terkait tanah galian yang belum juga diangkut. Namun menurutnya, pekerja hanya menyampaikan bahwa pembersihan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan selesai.

Pelaksanaan Proyek U-Ditch di Binong Dinilai Semrawut, Warga Minta Evaluasi

“Tumpukan tanah itu bikin jalan menyempit dan mengganggu warga yang melintas. Harusnya ada penanganan cepat, jangan dibiarkan menumpuk terlalu lama,” ujar Ryan kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Ia menegaskan, masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka. Namun pengerjaan proyek juga harus dilakukan secara profesional dan memperhatikan dampak terhadap warga sekitar.

“Kalau pembangunan dikerjakan asal-asalan tentu masyarakat kecewa. Pengawas kecamatan maupun pengawas lapangan harus aktif turun ke lokasi, jangan hanya diam,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rudi, salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi area proyek tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang menyempit membuat aktivitas warga terganggu.

“Sekarang kendaraan harus antre kalau ada yang berpapasan. Padahal sebelumnya jalan ini masih cukup untuk dua mobil lewat,” keluhnya.

Warga menduga lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab kondisi proyek terkesan semrawut. Pasalnya, hingga saat ini tumpukan tanah hasil galian belum juga dipindahkan ataupun dimasukkan ke dalam karung untuk mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan.

Pelaksanaan Proyek U-Ditch di Binong Dinilai Semrawut, Warga Minta Evaluasi

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan pembangunan U-Ditch tersebut dilaksanakan oleh CV. Tandan Berkah Jaya dengan nilai anggaran sebesar Rp119.734.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut memiliki volume pekerjaan sepanjang 86 meter dengan ukuran U-Ditch 40x40 serta waktu pelaksanaan selama 21 hari kalender.

Warga berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi dan penataan area proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan serta menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga tersebut.

Red KJK

Pelaksanaan Proyek U-Ditch di Binong Dinilai Semrawut, Warga Minta Evaluasi
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin