Aktivis Tangerang, Saepul Basri (Marchel), menyampaikan bahwa Puspem memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang merepresentasikan karakter kota.
“Area Pusat Pemerintahan itu adalah wajah Kota Tangerang. Di sanalah publik menilai bagaimana tata kelola kota ini dijalankan. Seharusnya mencerminkan kota yang tertib, bersih, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menjaga estetika kawasan Puspem bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya merawat identitas visual kota yang modern, tertata, dan inklusif.
Menurutnya, Puspem bukan hanya deretan gedung birokrasi, melainkan “jantung” kehidupan urban yang memadukan fungsi pemerintahan dengan ruang interaksi masyarakat.
Sorotan Kondisi Malam Hari
Marchel menyoroti kondisi kawasan Puspem yang dinilai mengalami penurunan kualitas, terutama saat malam hari. Beberapa permasalahan yang disampaikan antara lain:
- Ruang publik yang kurang tertata sehingga mengurangi estetika kota
- Hak pejalan kaki yang mulai terabaikan
- Kebersihan lingkungan yang belum optimal
- Dugaan maraknya parkir liar yang mengganggu akses publik
- Menurunnya kenyamanan dan ketertiban kawasan
Kondisi tersebut dinilai semakin kontras karena berada di sekitar Masjid Raya Al-Azhom, yang merupakan ikon kebanggaan Kota Tangerang.
“Sangat disayangkan, di sekitar ikon kota justru terlihat kurang tertata. Ini tentu menjadi catatan penting bagi semua pihak,” tegasnya.
Pentingnya Penataan dan Tanggung Jawab Bersama
Marchel menekankan bahwa ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas kawasan Puspem, di antaranya penataan ruang terbuka hijau, manajemen ruang yang tertib, serta kebersihan sebagai fondasi utama.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk segera melakukan langkah konkret dalam penataan kawasan secara menyeluruh.
“Pemerintah harus hadir dengan penataan yang nyata dan berkelanjutan. Jangan sampai wajah kota justru terlihat semrawut di pusat pemerintahannya sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjaga kawasan Puspem bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Puspem adalah ruang tamu Kota Tangerang. Menjaganya tetap estetik berarti kita menghargai warga dan tamu yang datang. Ini tanggung jawab bersama,” pungkas Marchel.
Red KJK

0Komentar