Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
Salah satu pengendara motor, Ali, mengaku hampir setiap hari melintasi lokasi tersebut. Ia menyebut tumpukan sampah di sekitar perempatan Maher tidak pernah dibersihkan secara maksimal.
“Sudah berbulan-bulan seperti ini. Setelah Lebaran malah semakin parah, sampah sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan sampah yang menutup sebagian ruas jalan berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat arus lalu lintas padat maupun pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Ia berharap pemerintah desa maupun kecamatan segera mengambil langkah konkret agar kondisi tersebut tidak menimbulkan korban.
“Ini jelas membahayakan. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Pencinta dan Pemerhati Lingkungan (AMPPL) Indonesia, Guruh, menilai persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
Menurutnya, masih banyak oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan tanpa adanya pengawasan maupun tindakan tegas.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah. Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan. Yang melihat seharusnya bisa saling mengingatkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah setempat untuk segera melakukan penanganan agar kondisi lingkungan kembali bersih dan tidak membahayakan pengguna jalan.
“Harus segera ditangani supaya tidak kumuh dan tidak membahayakan,” pungkasnya.
Red/KJK

0Komentar