Menu andalan yang ditawarkan adalah ketoprak yang dipadukan dengan Indomie dan telur dadar. Secara tradisional, ketoprak dikenal sebagai kuliner khas Betawi yang identik dengan lontong, tahu, bihun, tauge, dan siraman bumbu kacang. Namun, perpaduan dengan Indomie menjadi inovasi modern yang berkembang di kalangan pedagang kaki lima dan warung kopi sebagai variasi kekinian.
Pemilik usaha, Ryan, mengatakan selain menu utama tersebut, pihaknya juga menghadirkan beberapa menu khas Sumatera Barat.
“Selain Ketoprak Indomie Si Plontos, ada juga menu khas Bukittinggi seperti Sayur Katupek Bukittinggi, rendang, dan tambunso,” ujarnya.
Ryan menyebutkan, usaha yang dirintisnya itu baru berjalan sekitar tiga minggu dan mulai mendapat respons positif dari pelanggan di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah, sekitar tiga minggu Ketoprak Indomie Si Plontos baru buka dan mulai dikenal warga,” tambahnya.
Dalam hal pemasaran, pelaku usaha memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan TikTok untuk menjangkau konsumen. Selain melayani pembelian langsung di lokasi, Ketoprak Indomie Si Plontos juga menerima pesanan untuk dibawa pulang.
Kehadiran kuliner ini diharapkan dapat menambah pilihan jajanan bagi masyarakat Curug dan sekitarnya, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang.
Red/KJK

0Komentar